Jajanan Es yang Sehat untuk Pencernaan Anak

Kompas.com - 22/06/2010, 13:45 WIB

KOMPAS.com - Selama ini salah satu mitos yang beredar seputar jajanan anak adalah es tidak boleh diberikan pada anak kecil, karena bisa menyebabkan penyakit pilek, batuk, demam, dan sebagainya. Padahal, menurut dr Ida Gunawan, MS SpGK, clinical nutritionist, hal ini tidak sepenuhnya benar. Karena, jika pilihan jajanan esnya baik dan sehat, masih boleh dikonsumsi anak-anak dan tidak menyebabkan sakit.

Menurut dr Ida, untuk jajanan es yang baik adalah yang higienis, bebas dari zat berbahaya, dan mengandung gizi. Jika ingin memberikan jajanan es untuk anak, pastikan Anda mempercayai dan mengetahui asal usul si jajanan tersebut agar tidak membuat si kecil sakit. Pastikan pula kondisi anak dalam keadaan sehat agar terhindar dari sakit sesudah makan es.

Menurut riset yang dilangsungkan PT Orang Tua Group terhadap 400 anak berusia sekolah dasar, jajanan es menempati posisi tiga besar dalam jajanan terfavorit, setelah siomay dan batagor. Ini menandakan, anak memiliki ketertarikan besar terhadap makanan ringan yang dingin. Melihat keadaan ini, PT Orang Tua Group mencoba mendekati produk terbarunya kepada anak-anak, VitaCharm Es.

Produk terbaru ini merupakan varian dari produk lama mereka, VitaCharm yang hadir dalam bentuk botolan kecil. Dijelaskan oleh Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager PT Orang Tua Group, VitaCharm Es merupakan es multi probiotik ABC pertama di Indonesia. VitaCharm, diklaim oleh PT Orang Tua Group mengandung probiotik (bakteri baik untuk pencernaan) A (Acidhophilus digestiva) dan C (Casei immunita) yang bagus untuk usus halus, serta probiotik B (Bifido defensia) yang aktif bekerja di saluran usus besar.

Probiotik A dan C bekerja untuk mengatasi diare, menekan pertumbuhan bakteri merugikan, membantu mempertahankan fungsi saluran cerna, serta menjaga kondisi tubuh. Sementara probiotik B bekerja di usus besar yang berfungsi membantu gerakan peristaltik untuk mengatur kelancaran buang air besar setiap hari secara alami.

Produk yang dijual dengan harga Rp 1.000 (50 ml) ini diharapkan dapat menjembatani keinginan anak untuk jajan es tetapi juga bisa melindungi kesehatan pencernaannya. Tersedia dalam 5 varian rasa; Grape, Apple, Strawberry, Orange, dan Classic White. Diklaim pula, bahwa produk ini mengandung sari buah asli, tanpa pengawet, dan tanpa pemanis buatan. Namun, karena kondisi bakteri tersebut dalam keadaan dorman (setengah hidup), maka harus selalu dalam keadaan dingin atau beku saat dimakan. Jangan biarkan VitaCharm Es berada dalam suhu ruangan atau panas, karena akan merusak fungsi bakteri baik di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau